Review Film The Great Debaters

Kadang kalau mau nonton suka bingung harus nonton film genre apa. But, aku coba search film bertema pendidikan dan The Great Debaters muncul sebagai salah satu yang direkomendasikan dari beberaoa blog. Film ini berdasarkan pada kisah nyata. Tokoh utama pemain ini adalah sang Guru Negro yang mengajar disebuah universitas, dia mengajar pada sebuah kelas debat. Dari 300 an mahasiswa hanya 40 an mahasiswa yang berminat mengikuti kelas debatnya. Sang guru  memiliki sifat tegas, usaha dari sang guru untuk menjadikan mahasiswanya menjadi debater yang hebat ga mudah. Awalnya Guru tersebut memilih 4 orang mahasiswa cerdas untuk mengikuti lomba debat antar kampus yang rutin dilakukan. Mereka menang, menang dan menang. Tapi, Permasalahan yang cukup besar datang, kita tidak akan merasa hidup, kalo kita ga pernah berhadapan sama yang namanya masalah. Begitu pula dalam film ini. Permasalahan yang mereka hadapi adalah pihak kepolisian didaerah mereka tinggal (Texas) menggangap sang guru adalah seorang rasis. Penentang hukum dan membuat sebuah komunitas yang akan menentang kaum kulit putih. Ketika permasalahan itu terkuak dan diketahui oleh 4 orang mahasiswanya. Salah seorang yang sangat mereka andalkan sebagai debater malah mengundurkan diri dan hanya tersisa 3 orang. Ada juga kecemburuan sejenis cinta segitiga dan bumbu penghiatan antar teman. Untungnya mereka bisa melalui semua itu. Sampai pada puncak dimana mereka harus berjuang berdebat dengan orang-orang berkulit putih disebuah universitas ternama namun Guru mereka tidak bisa menemani perjalan tersebut karena masih harus menyelasaikan masalahnya dengan sheriff berkulit putih di kotanya. Tiga orang mahasiswa tersebut di beri penginapan hingga hari H. Di kala itu, tiba-tiba sekali topik debat di ubah karejna beberapa alasan dan mereka pun menjadi sangat bingung, kertengkaran dimulai kembali, berselang beberapa waktu mereka mencoba mendinginkan suasana dan mengesampingkan ego dan untungnya 'api' diantara mereka mereda dan mereka berhasil memenangkan Debat yang artinya mereka adalah generation of change. Mereka membantu menyetarakan hak kulit hitam dan kulit putih.
Dari film ini aku banyak belajar, dari sisi seorang guru, sangatlah diperlukan sifat optimis dan konsisten dalam mendidik, dari sisi seorang mahasiswa sangatlah diperlukan kesadaran dan keberanian mengambil peluang entah untuk kepentingan diri sendiri dan lebih mulia lagi juga bermanfaat untuk orang banyak. Dan sebagai masyarakat biasa, kita dapat mengambil oesan bahwa apapun warna kulit kita, dari manapun asal kita, tetaplah saling berbuat baik, tidak ada batasan untuk itu. Semua orang berhak mendapatkan Hak yang sama. We are human, we are same. Be kind! :)

Komentar